<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095</id><updated>2012-02-17T07:43:28.045+08:00</updated><title type='text'>Early Shine Institute</title><subtitle type='html'>Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-8505107238674663217</id><published>2008-06-10T16:48:00.000+08:00</published><updated>2008-06-10T17:00:31.850+08:00</updated><title type='text'>HIV dan AIDS sejajar dengan penyakit lain seperti diabetes, darah tinggi  dan lain lain</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;HIV dan AIDS juga permasalahan di dunia kerja  yang sejajar dengan penyakit lain yang telah ada pada umumnya disekitar kita, misalnya diabetes, darah tinggi, hepatitis, kanker, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang membedakan penyakit ini dengan penyakit berat lainnya di sekitar kita. Orang terinfeksi HIV tidak semata-mata murni disebabkan oleh 1 penyebab yaitu hubungan seksual, namun dapat ditularkan oleh transfusi darah yang telah mengandung virus HIV, air susu ibu yang terinfeksi dan menularkan kepada bayi yang tidak memiliki dosa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian janganlah membedakan orang yang terinfeksi HIV dan AIDS dengan memberikan penilaian negatif dan menyingkirkan dari kegiatan sosial dan kerja seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan hak pekerja /buruh walaupun telah terinfeksi HIV untuk tetap berada di sekitar kita sebagai rekan kerja untuk tetap bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-8505107238674663217?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/8505107238674663217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=8505107238674663217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/8505107238674663217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/8505107238674663217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2008/06/hiv-dan-aids-sejajar-dengan-penyakit.html' title='HIV dan AIDS sejajar dengan penyakit lain seperti diabetes, darah tinggi  dan lain lain'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-1630690369905958637</id><published>2008-06-10T16:05:00.000+08:00</published><updated>2008-06-10T16:44:51.658+08:00</updated><title type='text'>Konsultasi HIV dan AIDS di Perusahaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila di kantor Anda diketahui salah satu atau beberapa karyawan HIV positif,  apa  yang  Anda lakukan  sebagai  Staf  HRD  ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pemahaman mengenai HIV/AIDS di dunia kerja sudah mulai diedukasi, maka pahamilah  sebanyak-banyaknya lingkup permasalahan ketenagakerjaan terkait  HIV/AIDS di dunia kerja. Informasi HIV/AIDS banyak didapat melalui website lembaga-lembaga yang peduli terhadap HIV/AIDS diantaranya www.spiritia.or.id atau www.aids-ina.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi mendasar yang paling penting dipahami adalah:&lt;br /&gt;  * HIV/AIDS tidak dapat menular melalui kontak sosial, misalnya bekerja bersama dalam satu&lt;br /&gt;     ruangan, bersalaman, menggunakan alat kerja yang sama.&lt;br /&gt;  * HIV hanya dapat ditularkan  melalui darah, cairan vagina, cairan sperma, dan air susu ibu&lt;br /&gt;     yang telah terinfeksi HIV.&lt;br /&gt;  * Pekerja/buruh dengan HIV masih dapat bekerja produktif selama hampir 10-20 tahun.&lt;br /&gt;  * Apabila pekerja/buruh dengan HIV mengkonsumsi ARV secara teratur daya tahan tubuh&lt;br /&gt;     dapat menghambat perkembangan virus HIV sehingga memperlambat sampai pada fase&lt;br /&gt;     AIDS. Usia produktif pekerja tersebut dapat lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, tidak perlu khawatir bekerja sama dengan karyawan/ pekerja /buruh yang terinfeksi HIV. Pekerja dengan HIV tidak tetap dapat bekerja seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemerintah melalui Mentri Tenaga Kerja telah menerbitkan keputusan Mentri Tenaga Kerja tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja dengan KEPMENAKER NO 68 Tahun 2004. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Keputusan tersebut berisi imbauan kepada dunia usaha (dinas tenaga kerja, pengusaha dan serikat pekerja/buruh) untuk melakukan edukasi pada karyawan mengenai HIV/AIDS di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPMEN 68 Tahun 2004 berisi imbauan kepada dunia usaha untuk menerapkan 10 Prinsip Kaidah ILO tentang Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="JudulVer2" align="center"&gt;&lt;strong&gt;10 Prinsip Kaidah ILO tentang HIV / AIDS dan Dunia Kerja &lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt;                                            &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top" width="30"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;br /&gt;                             &lt;br /&gt;                             &lt;br /&gt;                        &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" width="716"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengakuan HIV / AIDS sebagai Persoalan Dunia Kerja :&lt;br /&gt;                            &lt;/strong&gt;HIV / AIDS adalah persoalan dunia kerja dan mesti diperlukan sebagaimana penyakit serius lainnya yang muncul di dunia kerja.&lt;br /&gt;                        &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Non-diskriminasi :&lt;br /&gt;                        &lt;/strong&gt;Tidak dibolehkan adanya tindak diskriminasi terhadap buruh/ pekerja berdasarkan status HIV / AIDS atau dianggap sebagi orang terinfeksi HIV. Diskriminasi dan stigmatisasi justru menghalangi upaya promosi pencegahan HIV / AIDS. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Kesetaraan Jender :&lt;br /&gt;                        &lt;/strong&gt;Dimensi jender dalam penanggulangan HIV /AIDS perlu digarisbawahi. Perempuan dibanding laki-laki cenderung mudah terinfeksi dan terpengaruh wabah HIV /AIDS. Karenanya, kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan amat penting bagi keberhasilan pencegahan penyebaran infeksi serta memudahkan perempuan mengatasi HIV / AIDS.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        4.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Kesehatan Lingkungan&lt;br /&gt;                        &lt;/strong&gt;Demi kepentingan semua pihak, lingkungan kerja yang sehat dan aman perlu terus dijaga semaksimal mungkin sesuai Konvensi ILO No. 155 Tahun 1988 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        5.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Dialog Sosial :&lt;br /&gt;                        &lt;/strong&gt;Kerja sama dan kepercayaan di antara pengusaha, buruh/ pekerja serta pemerintah, termasuk keterlibatan aktif para buruh/ pekerja yang terkena atau terpengaruh HIV / AIDS, menentukan keberhasilan pelaksanaan kebijakan dan program HIV / AIDS. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        6.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Larangan Skrining dalam Proses Rerutmen dan Kerja :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Skrinig HIV / AIDS tidak boleh dijadikan persyaratan dalam larangan kerja atau dikenakan terhadap seseorang yang sudah berstatus sebagai buruh/ pekerja. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        7.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Kerahasiaan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan informasi pribadi yang berkaitan dengan HIV pada pelamar kerja atau buruh/ pekerja adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Akses terhadap data pribadi terkait dengan status HIV seorang buruh/ pekerja harus mematuhi prinsip kerahasiaan sesuai Kaidah ILO Tahun 1977 tentang Perlindungan Data Pribadi Buruh/ Pekerja. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        8. &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Kelanjutan Status Hubungan Kerja :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Infeksi HIV tidak boleh dijadikan alasan pemutusan hubungan kerja. Seperti layaknya kondisi penyakit lain, infekdi HIV tidak harus membuat seseorang kehilangan hak bekerja sepanjang orang tersebut masih layak bekerja dan dapat dibenarkan secara medis. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        9.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Pencegahan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Infeksi HIV dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui sejumlah strategi yang disesuaikan dengan sasaran nasional dan mempertimbangkan kepekaan budaya. Langkah pencegahan juga dpat dilakukan melalui kampanye perubahan tingkah laku, pengetahuan, pengobatan serta menciptakan lingkungan yang bersih dari sikap dan tindak diskrimininasi. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td class="JudulVer2" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;        10.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="JudulVer2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;          Kepedulian dan Dukungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas, kepedulian dan dukungan haruslah menjadi pedoman dalam menanggapi persoalan HIV / AIDS di dunia kerja. Semua buruh/ pekerja, termasuk yang terkena HIV, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau, jaminan asuransi, perlindungan sosial dan berbagai paket asuransi kesehatan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;D. Pertimbangkan dengan seksama kelangsungan kerja dari pekerja/buruh dengan HIV di perusahaan. Pemutusan Hubungan Kerja bukanlah solusi terbaik untuk penanggulangan HIV/AIDS di perusahaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-1630690369905958637?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/1630690369905958637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=1630690369905958637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/1630690369905958637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/1630690369905958637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2008/06/konsultasi-hiv-dan-aids-di-perusahaan.html' title='Konsultasi HIV dan AIDS di Perusahaan'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-700743205265427778</id><published>2008-06-03T21:22:00.000+08:00</published><updated>2008-06-03T21:54:35.571+08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Psikolog Perusahaan Hadapi Kasus HIV pada Karyawan ?</title><content type='html'>Suatu hari seorang sahabatku, Umi, psikolog juga  sms menanyakan siapa psikolog yang bisa memberikan konsultasi HIV/AIDS ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm walaupun aku juga psikolog yang telah lama berkecimpung dalam dunia kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS di tempat kerja aku tetep berupaya untuk menanyakan dulu ke kawanku, temen-temen psikolog lain yang berkecimpung langsung melakukan konseling HIV/AIDS ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuanku konseling pada kawan yang HIV/AIDS dilakukan oleh konselor VCT yang memang sudah terlatih untuk melakukan konseling, dan untuk menjadi konselor VCT tidak perlu berlatar belakang psikolog. Konselor VCT yang kuketahui sudah mulai banyak dan kepedulian mereka sangatlah hebat.. Mereka sudah mendapat pelatihan untuk profesional untuk menjadi konselor VCT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm kembali lagi aku menanyakan kepada kawan tadi, permasalahan HIV/AIDSnya mau berkonsultasi apa ya? apakah seputar begaimana menghadapi kehidupan dengan HIV atau permasalahan ketenagakerjaannya? Umi bilang entahlah spesifiknya seperti apa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sepengetahuanku, bila  permasalahan  ketenagakerjaan mungkin masih sangat sedikit  psikolog  yang sudah berkecimpung di situ.. Hm siapa ya.. kok belum ada nama yang menongol di kepalaku... Sekali lagi aku bertanya hal yang sama untuk memastikan ke kawanku sendiri, siapa psikolog yang konsen dengan permasalahan HIV dan memahami tentang seputar ketenagakerjaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawanku memberikan beberapa nama namun memang tidak spesifik ke pemahaman ke permasalahan ketenagakerjaan. Hmm akhirnya aku minta kawanku yang membutuhkan infomasi itu untuk bertanya langsung saja ke aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi, sahabatku yang bertanya tadi langsung memberikan namaku kepada kawannya yang sedang membutuhkan informasi seputar HIV AIDS. Hmm.. ternyata memang masih sangat terbatas dan belum spesifik.. Hmm tepat, Pengalaman seputar kesehatan reproduksi, HIV/AIDS dan International Labour Organization dan minatku yang tak pernah henti tentang pemberdayaan sumber daya manusia ... memanggil aku untuk memberikan semua pemahaman yang kuketahui tentang AIDS di tempat kerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang ditanya psikolog perusahaan  seputar " Bagaimana seorang psikolog perusahaan menghadapi kasus HIV /AIDS di perusahaannya?".  Telah diketahui ada seorang karyawan yang diketahui hasil tes kesehatannya positif HIV. Direktur menanyakan ke psikolog perusahaan apa yang seharusnya disikapi oleh perusahaan. Psikolog perusahaan diminta untuk memberikan advise sesegera mungkin. Padahal psikolog perusahaan belum pernah menghadapi kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran dan pertimbangan apa yang harus diberikan psikolog pada Direktur Perusahaan mengenai  status  pekerjaannya,  hak kesehatannya, sikap manajemen ? Bagaimana kaitan dengan UU Ketenagakerjaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menjawab permasalahan seputar HIV/AIDS di tempat kerja dan permasalahannya, penting bagi psikolog perusahaan memahami beragam informasi seputar Informasi Dasar HIV/AIDS, AIDS dan Dunia Kerja, HIV/AIDS dan Produktivitas Kerja serta bagaimana Menghadapi Kasus HIV/AIDS di Tempat Kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melalui blog ini, saya Early Dewi Nuriana,Psi terpanggil untuk berbagi informasi untuk memberikan segala informasi seputar AIDS di Dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan-jalan di tulisan ku tentang AIDS dan ketenagakerjaan di Indonesia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Datang .....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-700743205265427778?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/700743205265427778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=700743205265427778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/700743205265427778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/700743205265427778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2008/06/bagaimana-psikolog-perusahaan-hadapi.html' title='Bagaimana Psikolog Perusahaan Hadapi Kasus HIV pada Karyawan ?'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-8161265562430202750</id><published>2007-06-28T08:22:00.000+08:00</published><updated>2007-06-28T08:51:58.463+08:00</updated><title type='text'>Keluarlah dari ZONA AMAN mu</title><content type='html'>Pekerjaan tidak akan hadir sendiri di depan mata dengan tanpa usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak usah repot-repot.. rezeki juga akan datang sendiri..&lt;br /&gt;Nggak usah ngoyo-ngoyo cari kerjaan, nanti juga akan ada kok...&lt;br /&gt;Nggak usah ngirim-ngirim lamaran terlalu banyak, boros lagii.. belum tentu dipanggil juga...&lt;br /&gt;Nggak usah nanya-nanya deh ada kerjaan atau enggak , malu-maluin aja deh..&lt;br /&gt;Cari kerjaan milih dong.. jangan asal... Kalau belum ada yang sreg ya sabar aja nunggu...&lt;br /&gt;Tuhan sudah mengatur rezeki orang masing-masing kok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heheheh...&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita nggak termasuk kelompok orang-orang yang berpikir seperti ini ya...&lt;br /&gt;Andaikan sempat berpikir seperti itu.. ya.. jangan lama-lama deh punya pikiran seperti itu..&lt;br /&gt;Soalnya dengan berpikir seperti itu.. apalagi dalam jangka waktu lama...&lt;br /&gt;Ya, suatu saat pula kita akan menuai hasilnya juga...&lt;br /&gt;Yaitu malah kita yang kepilih.. suatu saat akhirnya malah menerima kerjaan yang jauh dibawah keinginan kita yang sebenernya..&lt;br /&gt;Atau..&lt;br /&gt;lamaaaaa banget di rumah nganggur dengan tanpa melakukan apapun...&lt;br /&gt;Atau..&lt;br /&gt;Pikiran kita tambah pusing dan mbruwet kenapa ya kok nggak ada pekerjaan buat aku.. jahat sekali dunia kerja ini...&lt;br /&gt;Atau...&lt;br /&gt;Perasaan kita menjadi semakin minderrrr terus ketika mendengar ada kawan lain yang sudah kerja... apalagi kalau  kawan kita itu ketika di sekolah.. kepinterannya jauhh di bawah kita...&lt;br /&gt;Atau...&lt;br /&gt;Hati kita menjadi semakin nggak berani melamar-lamar kerjaan karena udah punya pikitran negatif tentang pekerjaan itu.. juga pikiran negatif bahwa kita pasti nggak bakal diterima juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw..&lt;br /&gt;Please ya...&lt;br /&gt;Jangan sampai semua itu terjadi dengan kita..&lt;br /&gt;Kalau sampai terjadi.. lama-lama kita akan dengan sadar-atau tidak sadar merusak jiwa kita sendiri..&lt;br /&gt;Semakin lama kita membiarkan pikiran kita dikuasai oleh perasaan rendah diri.. maka kita semakin mengisolasi diri kita..malu ketemu kawan.. lebih sensitif.. cepat tersinggung kalu ditanya tentang kerjaan.. dan lain-lain dehh masih banyak lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemana caranya donk...&lt;br /&gt;Nah.. ini dia satu hal kecil yang kadang kala sussaaah juga.. yaitu ...&lt;br /&gt;KELUARLAH DARI ZONA AMAN KITA....&lt;br /&gt;Zona aman kita memang selalu berupaya untuk melindungi diri kita dari rasa sakit hati dan terancam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari zona aman berarti kita membiarkan diri kita untuk berada di zona tidak aman...&lt;br /&gt;kita akan merasa khawatir.. merasa takut.. merasa ragu-ragu..&lt;br /&gt;Namun perasaan khawatir itu bila dibantu oleh sebuah keinginan untuk mewujudkan cita-cita itu... dan kita juga mau mengeluarkan energi kita untuk mewujudkan cita-cita kita...&lt;br /&gt;maka rasa khawatir itu akan menjadi energi baru yang lebih positif...&lt;br /&gt;yaitu.. berusaha.. berusaha.. berpikir positif.. berpikir positif.. dan rasa percaya diri.. rasa percaya diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi baru yang positif ini akan mengarahkan diri kita untuk menghadapi sebuah kesulitan menjadi sebuah tantangan...&lt;br /&gt;Energi baru ini juga akan membantu  kemalasan menjadi semangat untuk terus berusaha..&lt;br /&gt;Energi baru ini juga akan merubah ketakutan  menjadi keinginan untuk mencoba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, saat ini adalah pilihan kita..&lt;br /&gt;Yukkss.. keluar dari zona aman kita ..&lt;br /&gt;Untuk mencapai apa yang sesungguhnya kita ingin wujudkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-8161265562430202750?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/8161265562430202750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=8161265562430202750' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/8161265562430202750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/8161265562430202750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2007/06/keluarlah-dari-zona-aman-mu.html' title='Keluarlah dari ZONA AMAN mu'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-554311202454809056</id><published>2007-06-21T08:20:00.000+08:00</published><updated>2007-06-21T09:25:17.243+08:00</updated><title type='text'>Membuka Pikiran Temukan Banyaknya Peluang Kerja</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembicaraan seorang kawan dengan pencari kerja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan : Eh, ada lowongan tuh jadi agen asuransi, mau nggak ?&lt;br /&gt;Pencari kerja  : Nggak ah.. nanti ditarget-target untuk cari klien...&lt;br /&gt;Kawan  : kalo jadi agen kartu kredit mau nggak ?&lt;br /&gt;Pencari kerja  : Nggak mau juga ah, ngapain lagi.. itukan cari-cari orang untuk punya kartu kredit.. susah lagii..&lt;br /&gt;Kawan  : Trus maunya kerjaan yang kayak apa ?&lt;br /&gt;Pencari kerja : Ya, kerjaan yang agak bergengsi dikit donk.. ngapain kerja kebanyakan di jalan, cari2 nasabah..&lt;br /&gt;Kawan  : kerjaan yang bergengsi tuh gemana ?&lt;br /&gt;Pencari kerja  : Ya, di gedung tinggi, perusahaan kalo bisa yang sudah ternama, baju rapih, di dalam ruangan, belakang meja komputer.. Pokoe yang nggak banyak dikasih target2 gitu dehh.. cape dehhh&lt;br /&gt;Kawan : Padahal kan kamu orangnya suka bergaul, kalo jadi agen temennya kan banyak.. bisalah dapet nasabah atau konsumen..&lt;br /&gt;Pencari kerja : ahh, pokoknya enggak lahhh nggak sesuai dengan keinginanku..&lt;br /&gt;Kawan : emang tujuan kamu kerja apa ?&lt;br /&gt;Pencari kerja : belajar kerja dulu lah ..&lt;br /&gt;kawan : Trus apa lagi  Lha, itu kan bisa jadi ajang belajar kerja juga kerja&lt;br /&gt;Pencari kerja : Bisa sih tapi kan kita duitnya tergantung usaha kita cari nasabah..&lt;br /&gt;kawan : tapi kan lumayan buat pemasukan ...&lt;br /&gt;Pencari kerja : wah, tapi bulanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3 tahun kemudian  kawan bertemu dengan kawan kuliahnya yang kini getol banget kerja..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan  : Eh, Al, kamu  sudah kerja di perusahaan besar kok masih jadi agen asuransi ya..&lt;br /&gt;Al          : Weh jangan salah.. ini bukan cuman semata-mata asuransi.. tapi masalah pengaturan keuangan.. benefit nya banyak banget lagi.. selain benefit untuk nasabahnya, juga buat yang mencari nasabahnya...&lt;br /&gt;Kawan : Lha kamu kerjanya kapan, kan masih ngantor juga ?&lt;br /&gt;Al         : Habis pulang kantor atau pas jam istirahat..&lt;br /&gt;Kawan : Ngapain sih udah kerja segala di perusahan bagus lagi, kok masih jadi agen asuransi..&lt;br /&gt;Al         : Ternyata walaupun kerja di perusahaan besar yang gajinya juga sudah gede.. akau ingin dapat tambahan lagi untuk bekal berkeluarga...&lt;br /&gt;Kawan : Emang potensi uang lebih di agen asuransi mu gede ya..&lt;br /&gt;Al          : wuuhh gede.. poko'e sama-sama dapat benefit yang besar deh antara agen dan nasabahnya.. apalagi perusahan ini menduduki ranking atas berturut-turut selama 5 tahun sebagai perusahaan keuangan. Jadi, cari nasabah juga nggak susah, produknya gampang dijual..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan : padahal dirimu dulu termasuk orang yang anti menjadi agen ya.. karena dipandang kurnag bergengsi.. ehhehe&lt;br /&gt;AL      : Iya, bener kamu.. aku dulu milih-milih banget tentang kerjaan,  apalagi karena aku jurusan sosial.. harusnya jurusan sosial juga dong...ngapain jadi agen, itu kan kerjaannya anak marketing ...&lt;br /&gt;Kawan : Trus kok kenapa sekarang memilih nyambi jadi agen asuransi ?&lt;br /&gt;AL        :  Sejak akhirnya aku kerja tujuan ku yang berubah, cita-cita ku berubah.. aku menaruh cita-citaku dulu.. lalu aku cari bagaimana caranya mencapai keinginanku itu..&lt;br /&gt;Kawan : emang cita-citamu apa yang belum terwujud ?&lt;br /&gt;Al         : ya aku ingin membahagiakan keluarga ku nanti dengan kecukupan dasar ekonomi.. jadi aku kudu berusaha lebih keras saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm ternyata orang bisa berubah ya.. Sesuatu yang dulu dianggap sebagai pekerjaan yang anti dilakukan karena dianggap kurang bergengsi.. ternyata suatu saat pikirannya terbuka karena ada cita-cita yang lebih terfokus... karena pula ada kebutuhan ekonomi yang perlu dipenuhi...&lt;br /&gt;kini dia telah enjoy dengan pekerjaan tambahannya... yang justru ternyata pekerjaan tambahannya itu melebihi penghasilannya perbulan di kantor..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu dimana kita suatu saat bisa lebih terbuka pikirannya..&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa belajar dari pengalaman orang lain&lt;br /&gt;Kita tidak harus mengalami seperti Al dulu..&lt;br /&gt;Ketika kita membuka pikiran sejak saat ini..&lt;br /&gt;Beragam peluang kerja sebenarnya ada di depan mata..&lt;br /&gt;Namun...&lt;br /&gt;Apakah kita mau menantang diri kita sendiri  atau tidak ?&lt;br /&gt;Apakah kita mau memfokuskan tujuan kerja kita atau tidak ?&lt;br /&gt;Apakah kita mau membuka pikiran kita atau tidak ?&lt;br /&gt;Apakah kita mau keluar dari aturan bundet diri kita sendiri atau tidak..?&lt;br /&gt;Ataukah kita mau mencoba sesuatu yang diluar kebiasaan pikir kita atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua memang pilihan kita sendiri..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-554311202454809056?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/554311202454809056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=554311202454809056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/554311202454809056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/554311202454809056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2007/06/membuka-pikiran-temukan-banyaknya.html' title='Membuka Pikiran Temukan Banyaknya Peluang Kerja'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-2982390991180211885</id><published>2007-06-12T08:27:00.000+08:00</published><updated>2007-06-12T08:46:10.746+08:00</updated><title type='text'>Ikuti Mimpimu ..</title><content type='html'>Ikuti mimpimu dimana dirimu berada..&lt;br /&gt;Bukan berarti menjadi kekeh sehingga tak mau memilih bila tak ada yang persis sesuai dengan apa yang diinginkan..&lt;br /&gt;Namun cobalah untuk mencari celah mana bagian yang paling mirip dengan apa yang diinginkan.. dan Pilihlah dan lakukanlah ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah mimpimu ketika semua tawaran pekerjaan tak ada yang sesuai dengan yang diinginkan...&lt;br /&gt;Carilah yang sebenarnya dirimu sudah terbiasa melakukan, walaupun, keliatannya itu belum kheren banget...&lt;br /&gt;Cobalah untuk memulai dari hal yang sebenernya sudah biasa dirimu lakukan..&lt;br /&gt;Lakukan dan temukan bahwa kita bisa menemukan pekerjaan dari hal terkecil dari kemampuan kita...&lt;br /&gt;Bisa saja, suatu saat mimpi kita itu membutuhkan kemampuan terkecil kita yang selama ini tidak kita sadari....&lt;br /&gt;Jadi, mimpi kita dapat terwujud dari kemampuan kecil kita itu, yang mungkin selama ini kita abaikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah mimpimu ...&lt;br /&gt;Dan pastikan kita tetep melakukan sesuatu menuju mimpi itu..&lt;br /&gt;Mimpi tidak hanya ingin diingat saja namun harus diikuti..&lt;br /&gt;Ikuti mimpi kita dengan tetap melakukan sesuatu..&lt;br /&gt;Jangan biarkan diri kita mengingat mimpi tanpa melakukan sesuatu untuk mengejar mimpi itu..&lt;br /&gt;Mimpi dapat sungguh-sungguh terwujud bila kita cicil sejak sekarang&lt;br /&gt;Dan memulai dari yang kecil-kecil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-2982390991180211885?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/2982390991180211885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=2982390991180211885' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/2982390991180211885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/2982390991180211885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2007/06/ikuti-mimpimu.html' title='Ikuti Mimpimu ..'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-5756394163676593528</id><published>2007-05-25T09:48:00.000+08:00</published><updated>2007-05-25T10:27:46.198+08:00</updated><title type='text'>Mau Cepat Dapet Kerja ?? Turunkan ego mu sedikiiiit saja</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Mau Cepat Dapet Kerja ??? Turunkan Ego mu Sedikiiiit Aja...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ngapain gua dapet kerjaan itu.. ?? Nggak level banget dehh ama gua..  Itukan cuman kerjaan clerical.., ihh buat bosen banget lagiii..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dari pada gua kerja tapi bete.. mendingan gua setia menunggu aja dehh kerjaan yang cocok buat gua..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hmm kalo gua kerja yang kayak gitu, cape banget lageeee.. masa gua yang S1 perguruan tinggi ternama, kerjaannya cuman kayak begitu.. malu dehhh.. kasian ortu gua..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh inget-inget.. pernah nggak kita-kita berpikir seperti itu.. atau hanya selintas berpikir seperti itu..?? Biasanya pikiran seperti itu muncul pas ketika ada tawaran pekerjaan yang sangat kita tidak suka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang ada yang salah ya dengan pikiran seperti itu ??? Yaa.. enggak sihh, masih  wajar-wajar aja  pikiran seperti itu.. namun, coba perhatikan berapa kali pikiran seperti itu terlintas atau terlontar dari hati kita... ??? Kalau semakin sering frekuensinya... dan dalam intensitas yang lama.. dan kita juga beluuuummm juga dapat kerjaan.. sehingga kita masih belum bisa membiayai sebagian hidup kita sendiri, sedangkan umur terus bertambah... Nah itu dia.. penting banget kita berefleksi diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, latar belakang kenapa kita belum juga dapet-dapet kerjaan, belum bisa membiayai sebagian hidup kita, itu disebabkan karena harga diri kita yang cukup tinggi untuk menjalani pekerjaan yang dipersepsi dibawah harga diri kita...  Misalnya, seorang lulusan manajemen, sebuah univesitas ternama, sama sekali tidak mauu menjadi staf administrasi di sebuah perusahaan kecil di kotanya.. karena mengharapkan pekerjaan yang lebih bergengsi di kota yang lebih besar.. yang tentunya di perusahaan yang sudah punya nama juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ketika kita memulai melakukan pekerjaan yang tampaknya sederhana, kita udah punya kesempatan pengalaman bekerja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan pengalaman bekerja di tempat yang kecil sebenarnya juga  merupakan poin tersendiri yang akan meningkatkan kemampuan bekerja dan kesiapan bekerja di tempat yang lebih besar tuntutannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai bekerja adalah melatih menerima pekerjaan berat, menerima instruksi,  mengerjakan pekerjaan tepat waktu, melatih diri menerima keluhan dari atasan, dan berlatih mengatasi tekanan-tekanan kerja. Begitulah dunia kerja yang sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru menyadari ketika kita menjalani pekerjaan yang sederhana itu.. Mungkin pada awalnya kita akan protes, mengapa seorang aku yang hebat harus menjalani pekerjaan yang semenyebalkan ini... Namun ketika kita misalnya juga keluar dari pekerjaan itu, kebermanfaatan dari menjalani yang susah itu juga akan terasa manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan kegiatan sederhana tidak ada ruginya kok.. dan juga tidak akan menurunkan harga diri kita dengan melakukan pekerjaan sederhana, yang semula dipersepsi rendah.. Pada kenyataannya sekecil apapun pekerjaan tersebut, akan memiliki manfaat yang besar untuk meningkatkan kematangan bekerja kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka.. coba saja refleksi sedikit dan sebentar saja...&lt;br /&gt;Bila memang harga diri kita terlalu tinggi untuk menerima atau melakukan pekerjaan yang dianggap remeh..  tidak berarti kita telah turun harga diri dan tidak berarti pula menurunkan gengsi kelas sosial dan level  intelektual kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru, kita sedang melatih diri kita bagaimana mematangkan kecerdasan emosional kita dalam bekerja... yang nantinya akan bermanfaat dalam mengatasi kesulitan tuntutan bekerja yang lebih besar.. istilahnya.. sebelum menghadapi bos besar yang lebih sulit, berlatih dulu menghadapi bos kecil yang juga sulit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat pribadi lainnya, ya.. kalau ada penghasilan yang cukup, lumayan lah.. akan mengurangi subsidi orang tua, atau menambah pemasukan tabungan, atau menambah uang jajan, atau justru mulai menghidupi kebutuhan kita pribadi sehari-hari.. hal-hal kecil ini bahkan akan meningkatkan harga diri kita sebagai pribadi yang sudah mandiri secara finansial.. dan mandiri dalam bekerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, jadi.. apakah kita siap untuk menurunkan ego kita sedikittt saja untuk mendapatkan nilai lebihnya dalam meningkatkan kematangan bekerja..????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ...!! Good Luck !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-5756394163676593528?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/5756394163676593528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=5756394163676593528' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/5756394163676593528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/5756394163676593528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2007/05/mau-cepat-dapet-kerja-turunkan-ego-mu.html' title='Mau Cepat Dapet Kerja ?? Turunkan ego mu sedikiiiit saja'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-7395360682039463389</id><published>2007-05-24T09:26:00.000+08:00</published><updated>2007-05-24T10:14:56.872+08:00</updated><title type='text'>Memulai dari kemampuan terkecil yang kita miliki..</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memulai dari kemampuan terkecil yang kita miliki..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuliah mau kerja apa yaa..?&lt;br /&gt;Pikiran ini biasanya terlintas sekilas ketika kita mulai mendekati masa-masa akhir kuliah...&lt;br /&gt;Ketika membaca iklan lowongan kerja.. kok lebih banyak yang membutuhkan ornag yang berpengalaman ya..? Jumlah persentase yang khusus menerima Fresh Graduate cenderung sedikit.. Bahkan cenderung dibuka oleh perusahaan-perusahaan besar ternama atau milik pemerintah.. Wuihhh mesti saingannya banyak sekali dan menjalani serangkaian tes seperti UMPTN lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika selintas membaca koran yang memuat pameran-pameran kerja.. wuihhh banyak sekali para pencari kerja.. Bila diperhatikan sekali ada pameran pencari kerja yang datang tidak tanggung-tanggung, bisa sampai seratusan ribu pengunjung... Padahal perusahaan yang mengikuti pameran tak lebih dari 100 perusahaan... kalau mau dihitung secara kasar saja 1 perusahaan akan menerima sekitar 10 orang... 1 kursi lowongan harus bersebut dengan 10.000 orang... weehh bener-bener seperti UMPTN yaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita-kita dihadapkan pada beberapa kenyatan pahit tersebut yang melanda negri ini, dimana jumlah pencari kerja mengalami booming, sedangkan lowongan pekerjaan terbatas, karena sektor usaha belum sungguh-sungguh bangkit.. maka sudah saatnya kita-kita harus mempersiapkan kesiapan kerja kita sejak dini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ada beberapa tips yang penting untuk dicermati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ingatlah apa cita-cita kita...&lt;br /&gt;a. Buatlah daftar rencana yang berisi pada cita-cita yang ingin dicapai.. mis. jenis pekerjaan apa yang sungguh-sungguh aku inginkan ... ?  Coba tentukan 1  yang paling  sering  terbayang-bayang.. &lt;br /&gt;b. Biasanya kita juga punya keinginan lebih dari satu. Nah, tulislah beberapa keinginan lain yang mengikuti cita-cita kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Lihat dan perhatikan kemampuan khusus yang kita miliki. Melihat kemampuan khusus bisa dilakukan dengan 3 cara&lt;br /&gt;a.  Coba perhatikan kemampuan apa yang orang paling sering bilang bahwa kamu ok untuk mengerjakan suatu pekerjaan, mis. pintar gambar, pintar buat puisi, dll.&lt;br /&gt;b. Lihat nilai tertinggi di mata kuliah yang kamu ikuti. Itu bisa jadi satu indikator kamu menonjol dalam kemampuan tersebut.&lt;br /&gt;c. Perhatikan kegiatan-kegiatan kecil apa yang sering kamu lakukan dalam 1 tahun terakhir ini, baik kegiatan yang merupakan sebuah kewajiban atau kebiasaan, atau kesukaan. kegiatan-kegiatan kecil tersbeut biasanya menunjukkan kemampuan kita yang sudah tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lihatlah beragam jenis pekerjaan di sekitar dunia kerja. Untuk melihat ragam pekerjaan ini dapat dilakukan dengan 2 cara :&lt;br /&gt;a. Lihat lowongan yang ada di koran.. perhatikan pada jenis-jenis pekerjaannya..&lt;br /&gt;b. Bedah kasus 1 perusahaan: ada beragam pekerjaan apa saja di sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dari analisis beberapa ragam pekerjaan, cita-cita, dan kemampuan apakah ada yang sesuai  dengan dirimu... Apakah ada yang sejalan, antara cita-cita, kemampuan dan peluang ragam pekerjaa ..? Bila belum ada satu pun yang benar-benar komplit sesuai, memenuhi 3 aspek itu... Bila belum ditemukan juga, atau banyak pilihan yang membingungkan,  mulailah cari yang paling mendukung dan kamu sukai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perhatikan di sekitar kita ada peluang apa saja yang memungkinkan dari 3 aspek penting yang sudah teranalisis itu berpeluang yang dapat kita lakukan dengan cara yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;Jenis peluang pun ada 2, yaitu :&lt;br /&gt;Peluang yang sungguh-sungguh sudah eksis, nyata.. seperti ada kawan yang minta kita membantu dia membuatkan gambar karena dia tau kita mmapu menggambar..&lt;br /&gt;Ada pula peluang yang masih bersifat potensi peluang.. Misalnya, ada kawan yang sedang skripsi, tampaknya butuh bantuan analisis, tapi dia belum bilang.. maka potensi peliang tersebut harus diwijudkan dengan bertanya dan menawarkan bantuan.. mungkin saja bisa menjadi peluang yang nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lakukanlah aksi atau tindakan kongkrit yang bisa dimulai sejak dini apa yang bisa kita kerjakan. Lakukan kegiatan kecil apa saja yang bisa kita lakukan saat ini. here and now.. ketika ada kemampuan, ada sedikit kesesuain dengan cita-cita, dan ada peluang atau mungin baru bersifat potensi peluang.. lakukanlah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan aksi dan tindakan kongkrit ini, bisa dilakukan secara terus menerus akan menjadikan kemampuan kita itu eksis, nyata... kita juga sudah mulai terlatih untuk bekerja, komit. orang juga semakin meilhat kemampuan kita tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang pertanyaannya, apakah itu bisa menghasilkan uang atau tidak ???&lt;br /&gt;Bisa saja dijawab YA atau BELUM, bukan tidak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita konsisten melakukan aksi-aksi kongkrit yang bermanfaat, biasanya hal tersbeut bisa menjadi peluang untuk mendapatkan uang... ketika sudah mendapatkan uang.. kamu sudah mulai mampu bekerja dan menghidupi diri sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dunia kerja, salah satu aspek dalam kematangan bekerja adalah komit pada tanggung jawab, dan kemampuan yang telah terlatih... Orang yang sudah terbiasa bekerja, belajar tanggung jawab, dan selalu melakukan dan memaksimalkan kemampuannya biasanya akan terlihat berbeda dengan orang yang belum terlatih bekerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan aspek yang sangat penting untuk menilai kematangan bekerja...&lt;br /&gt;Jadi sebenerya dengan  "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melakukan aksi nyata dari kemampuan yang  kecil" &lt;/span&gt;ini bukan hanya berbuah pada penilaian positif perusahaan pewawancara pencari karyawan, namun juga dapat berbuah  pada kemampuan kita yang dapat menghasilkan  uang yang dapat menghidupi diri kita sendiri..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-7395360682039463389?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/7395360682039463389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=7395360682039463389' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/7395360682039463389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/7395360682039463389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2007/05/memulai-dari-kemampuan-terkecil-yang.html' title='Memulai dari kemampuan terkecil yang kita miliki..'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-110181104288819881</id><published>2004-11-30T18:16:00.000+08:00</published><updated>2004-11-30T18:37:22.886+08:00</updated><title type='text'>What Do You Want ? What Do You Really Want</title><content type='html'>What do you want.. what do you want..?&lt;br /&gt;What do you want.. what do you want..?&lt;br /&gt;What do you really want..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita sedang berada di persimpangan jalan, bingung atas beberapa hal.. terutama memilih dari beberapa keinginan yang muncul dalam benak kita&lt;br /&gt;Padahal harus mengambil sebuah keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau,&lt;br /&gt;Ketika kita berada dalam sebuah kebuntuan&lt;br /&gt;Namun kita justru tidak melakukan apa-apa&lt;br /&gt;Kita bermalas-malas ria, mengeluh dan mengomel atas setiap kejadian.&lt;br /&gt;Seolah kita tidak merasa puas dengan keadaan kita.&lt;br /&gt;Kita takut untuk mengambil tindakan karena kita sedang mempertimbangkan semua hal secara ideal.. Bila mengambil A maka kita akan kehilangan B.&lt;br /&gt;Dan kita memang, jujur, pada saat itu  tidak mau kehilangan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bener "What do you want" manjur  ???&lt;br /&gt;Yap.. minimal untuk membuat posisi kita bergerak dari stagnasi,  minimal   satu langkah.&lt;br /&gt;Kalimat ini sebenarnya berperan sebagai tantangan..&lt;br /&gt;Tantangan yang bertujuan untuk merefleksi kembali apa yang sebenarnya kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bernegosiasi dengan orang lain, biasanya kita akan lebih mudah membuat sebuah pilihan.&lt;br /&gt;Namun bila kita sedang bernegosiasi dengan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Keinginan-keinginan kita ini akan maju tanpa malu-malu.. menuntut agar dipenuhi segera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkecamuk antara harapan dan kebutuhan.&lt;br /&gt;Bersitegang antara harga diri dan kemarahan.&lt;br /&gt;Bertemu antara perasaan tertantang dengan rasa malu  untuk mengakui kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What do you want" adalah salah satu cara untuk memanggil hati nurani kita..&lt;br /&gt;Hati yang tidak akan pernah bohong terhadap diri kita yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-110181104288819881?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/110181104288819881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=110181104288819881' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110181104288819881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110181104288819881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2004/11/what-do-you-want-what-do-you-really.html' title='What Do You Want ? What Do You Really Want'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-110180946864607595</id><published>2004-11-30T18:10:00.000+08:00</published><updated>2004-11-30T18:11:08.646+08:00</updated><title type='text'>Nilai Bekerja</title><content type='html'>Apa sihh yang terlintas ketika denger kata "bekerja" ?&lt;br /&gt;Respon pertama yang paling cepat adalah "kerja di mana" ?,&lt;br /&gt;Respon kedua yang teringat adalah "kerja apa" ?&lt;br /&gt;Respon ketiga yang juga mesti teringat adalah "gajinya berapa" ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah nggak siih merasa terusik dengan respon awal ketika kata bekerja itu muncul ?&lt;br /&gt;Bagi yang sudah mapan bekerja di tempat yang bonafid. mudah sekali menjawab ini..&lt;br /&gt;bahkan sering kali ia akan menunggu kalimat ini muncul ketika bertemu orang baru..&lt;br /&gt;ya kann...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bagi mereka yang masih job seeker, bekerja di tempat yang nggak begitu bonafid,&lt;br /&gt;bekerja freelance, bekerja merintis sebagai pengusaha.. bakalan betee banget denger kalimat ini..&lt;br /&gt;bener nggak..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa yaa..&lt;br /&gt;sebagian besar dari kita-kita sangat mengagung-agungkan bekerja di sebuah perusahaan yang bonafid..&lt;br /&gt;yaa.. nggak salah juga sihh . wajar banget bila hampir semua orang memiliki keinginan seperti itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bukan berarti nih. mereka yang bekerja selain di perusahaan besar dan nggak bonafid, atau bahkan yang bekerja sendiri harus maludengan status pekerjaannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nilai bekerja kadang diasumsikan dengan kantor yang wah dan kheren dengan gaji yang siipp..&lt;br /&gt;padahal, coba dehh kalo kita melihat nilai bekerja dari sisi lain..&lt;br /&gt;kerja kan inti nya adalah create something, yang bisa menghasilkan untuk hidup.. earn for living..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, apapun yang kita lakukan dimana kita sudah melakukan proses do something  dan kita bisa mendapatkan hasil untuk hidup dari situ.. itu sudah bisa dikatakan bekerja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuman sekarang adalah.. bagaimana kita memberi nilai terhadap apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;apakah kita sudah merasa puas dengan itu, kita beri nilai positif atau negatif ?apakah kita memberi status pada aktivitas itu, ya tergantung kita mau beri status bekerja atau tidak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun yang paling penting nihh..&lt;br /&gt;apakah kita sudah menghargai hasil usaha kita..?&lt;br /&gt;apapun hasil usaha kita, sebesar apapun..&lt;br /&gt;berikan nilai positif terhadap apa yang sudah kita lakukan, karena ini berarti kita menghargai apapun yang telah hasilkan dalam hidup.. walau masih sebiji semangka sekalipun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berilah komitmen 100% terhadap apa yang telah kita lakukan..&lt;br /&gt;komitmen 100% ini akan menghasilkan sesuatu yang sangat tak terduga..&lt;br /&gt;karena itulah kita.. diri kita yang sebenernya..&lt;br /&gt;yang bisa menghasilkan sesuatu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus, mana duitnya..?&lt;br /&gt;eh, tau nggak sihh.. komitmen 100% dari apa yang kita lakukan.. akan berbuah duit juga kok..&lt;br /&gt;coba aja dehhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-110180946864607595?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/110180946864607595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=110180946864607595' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110180946864607595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110180946864607595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2004/11/nilai-bekerja.html' title='Nilai Bekerja'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-110135314796280567</id><published>2004-11-25T11:18:00.000+08:00</published><updated>2004-11-25T11:25:47.963+08:00</updated><title type='text'>Curhat, apa sih pentingnya ?</title><content type='html'>Tidak semua orang berpikir curhat (mencurahkan hati) itu penting. Bahkan sebagian orang cenderung menganggap mereka yang curhat itu sebagai orang yang tidak berdaya, kurang mampu mengatasi masalah sendiri, dsb, yang biasanya mengarah pada keadaan diri yang tampak lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya diri kita ini sebuah pipa berpikir, informasi  yang melintas pada otak kita ibaratnya adalah air. Pipa berpikir kita setiap harinya telah dimasuki oleh beragam informasi. Ragam informasi tersebut seringkali berupa permasalahan yang harus kita pecahkan agar kita dapat beranjak ke masalah selanjutnya.  Bila semakin lama permasalahan yang kita hadapi semakin banyak, maka seringkali pula pipa tersebut menjadi penuh dan mengalami sumbatan. Energi untuk konsentrasi dalam mengatasi permasalahan tersebut tidak selalu mulus. Air pun dapat memenuhi satu bagian dari pipa berpikir kita, terasa stuck, sukar berpikir, tidak punya ide. Bahkan bila sampai berlebihan akan dapat merusak pipa secara keseluruhan. Ini dapat diibaratkan bahwa kapasitas otak dan hati kita terkadang kurang mampu mengatasi permasalahan yang begitu banyak dan berat.  &lt;br /&gt;Kondisi tidak berdaya dalam mengatasi permasalahan adalah hal yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat, merupakan upaya untuk membuka sumbatan-sumbatan pada proses berpikir kita. Curhat sebagai salah satu cara agar tetap dapat menjaga keseimbangan proses berpikir kita. Curhat, merupakan  mekanisme yang sehat secara psikologis. Bahkan, ada sebagian orang yang merasa sudah cukup ringan bila telah menceritakan permasalahannya pada orang lain. Inilah pentingnya curhat. Berbagi permasalahan. Berbagi beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;curhat, dengan siapa ya ?&lt;br /&gt;Biasanya orang pertama yang jadi sasaran curhat adalah orang yang paling dekat dengan kita. Sahabat, teman kerja sekantor, atau pacar. Namun terkadang,  kita juga sukar mendapatkan orang yang tepat untuk curhat. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang sukar mempercayai orang lain untuk mengetahui masalah pribadinya. Hal ini dapat disebabkan sebelumnya, ia memiliki pengalaman buruk, dibeberkan cerita yang pernah diungkapin pada orang lain. Apalagi bila kita justru sedang bermasalah dengan orang yang biasanya dekat dengan kita. Kita akan bingung menentukan dengan siapa kita akan curhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya prinsip dalam menentukan dengan siapa kita curhat adalah masalah kepercayaan. Apakah kita mempercayai dia, apakah kita mau mempercayai dia, apakah dia meyakinkan untuk kita percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragam curhat.&lt;br /&gt;Apa ya... yang layak kita curhatin ke orang lain ?&lt;br /&gt;Nah, begini nih yang juga sering terjadi.. sebelum curhat dilakukan kita sudah membatas-batasi diri kita sendiri. Kita sendiri sudah menilai tingkat kelayakan curhat kita. Memang ada bagusnya juga sih.. untuk mendeteksi respon dia diawal cerita.  Namun seringkali, bila cara berpikir seperti itu terlalu  sering dilakukan, justru permasalahan yang mengganjal yang sebenarnya tidak dikeluarkan. Memang ada sih sebagai orang yang cenderung spontan dalam mengungkapkan masalahnya, namun banyak pula yang akan berhat-hati sebelum ia yakin benar.  &lt;br /&gt;Sebenarnya tipe curhat itu macam-macam. Nah, coba deh lihat mana tipe curhat yang sering kita gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Curhat murni. Curhat ini  hanya ingin menceritakan apa yang menjadi beban kita tanpa bermaksud mencari solusi&lt;br /&gt;2. Curhat penguat. Curhat yang hanya ingin mencari penguat atas keputusan yang telah diambil&lt;br /&gt;3. Curhat informasi. Curhat yang  membutuhkan informasi yang bersifat spesifik. Biasanya curhat seperti ini sangat tepat bila ditujukan pada orang yang kita ketahui memiliki sumber informasi atas permasalahan kita, sesuai atau ahli di  bidangnya.&lt;br /&gt;4. Curhat pertimbangan. Curhat yang meminta pertimbangan alternatif atas pilihan yang ada&lt;br /&gt;4. Curhat solusi. Curhat yang memang sungguh-sungguh meminta untuk dipilihkan solusi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ragam curhat itu tidak ada jenis yang paling bagus. Semua curhat adalah wajarr, karena ini merupakan bagian dari permasalahan dan ganjalan hati kita.  Sekarang tinggal kita yang memilih, mau curhat yang mana, dan bersediakah kita berbagi dengan orang lain untuk mengurangi beban permasalahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-110135314796280567?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/110135314796280567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=110135314796280567' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110135314796280567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110135314796280567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2004/11/curhat-apa-sih-pentingnya.html' title='Curhat, apa sih pentingnya ?'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9110095.post-110016941127904453</id><published>2004-11-11T18:31:00.000+08:00</published><updated>2004-11-11T18:36:51.280+08:00</updated><title type='text'>Senang dan Susahnya Menjadi Staf Teladan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menjadi staf teladan di kantor, Jelas dong membanggakan ! Sebuah kebanggaan tersendiri bila menjadi staf teladan atau staf berprestasi di kantor. Apalagi bila kita merasa bahwa memang penghargaan tersebut layak kita terima dikarenakan usaha kita yang telah sekian lama mengabdi di kantor. Namun, apakah demikian adanya ? Apakah penghargaan sebagai staf teladan di kantor selalu menjadi kebanggan buat penerimanya ? Bagaimana sebenarnya respon yang dialami oleh karyawan tersebut ? Bagaimana respon karyawan lain atas penghargaan yang diberikan pada salah satu karyawan di kantor ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan staf berprestasi merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Pilihan ini didasari pada asumsi, bila ada satu karyawan yang tindakan perilakunya menunjukkan prestasi maka satu karyawan ini bisa menjadi contoh bagi karyawan lain untuk berperilaku sama, dalam arti berprestasi pula. Hal ini berarti Anda yang terpilih menjadi staf berprestasi pada masa tertentu patut berbangga hati menerima penghargaan ini. Pada beberapa perusahaan atau lembaga penobatan staf berprestasi seringkali disertai dengan pemberian bonus. Pada pihak penerima tentunya ini bisa membahagiakan karyawan.&lt;br /&gt;Namun seringkali, pemberian penghargaan staf berprestasi menjadi beban bagi penerimanya. Bahkan, pada beberapa perusahaan pemberian penghargaan ini justru bisa menjadi satu bahan gunjingan bagi staf lain. Seperti yang diungkapkan oleh Anne tentang pemberian kesempatan untuk mengikuti pertemuan ke Bangkok, mewakili  kantor untuk area Indonesia atas program yang selama ini dipegangnya. “Keliatannya kesempatan untuk ke luar negri ini membuat aku dianggap sebagai anak emas di kantor dan jadi bahan gosip baru”. Padahal, bila dilihat prestasi Anne selama satu tahun di kantor tersebut, beberapa proyek yang dipegangnya mengalami kemajuan pesat. Menurut atasannya, pemberian kesempatan untuk mempresentasikan perkembangan program mewakili kantor perwakilan area Indonesia merupakan salah satu penghargaan atas prestasinya ini.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anne, pemberian penghargaan ini sebenarnya membuat dirinya bangga atas pemberian kesempatan ini. Namun bila melihat reaksi dari staf lain yang bernada miring tentang dirinya, membuat ia menjadi malas rasanya  menjalankan tugas tersebut. Di satu sisi ia merasa bangga atas kesempatan ini, tapi di sisi lain juga merasa kesal mengapa orang meributkan keberangkatannya. Ia akhirnya mengkomunikasikan permasalahan ini kepada atasannya dan meminta atasan untuk merevisi keputusan tersebut, misalnya dengan menunjuk orang lain untuk memegang tugas tersebut. Tentu saja ide tersebut tidak disetujui oleh atasannya. Untuk mengatasi hal ini atasan segera mengambil tindakan dengan menjadikan isu sebagai agenda sisipan dalam pertemuan staf mingguan. Atasan Anne menganggap perlu untuk melakukan sosialisasi mengenai alasan keberangkatan Anne ke Bangkok.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            Ternyata menjadi staf teladan di kantor juga ada susahnya, terutama bagi yang menerima. Sebenarnya mengapa hal-hal semacam ini bisa terjadi ? Mudahnya sebuah kebijakan menjadi isu baru di kantor seperti ini dikarenakan oleh beberapa hal :&lt;br /&gt;·        Ketidakjelasan sistem manajemen sumber daya manusia pada organisasi tersebut. Ketidakjelasan ini bisa bersumber bahawa memang sistem tersebut belum ada atau sudah ada namun tidak jelas. Ketidakjelasan sistem pemberian penghargaan pada karyawan ini memang cenderung sering terjadi pada organisasi yang belum tersistematisasi dengan baik human resources development systemnya. Sehingga, setiap kebijakan manajemen yang dibuat mudah sekali terkritisi bila ada satu karyawan saja yang cukup berpengaruh menyebarkan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Implementasi penerapan sistem penghargaan  yang tidak konsisten. Pada organsiasi yang telah memiliki sistem manajemen sumber daya manusia, namun pelaksanaannya belum optimal, sangatlah mungkin terjadi penyimpangan atau ketidakkonsistenan dalam impelementasi sistem. Akibatnya, individu atau pihak yang terlibat dalam keputusan tersebut akan terkena secara langsung atau pun tidak komentar yang tidak seimbang dengan kondisi yang sebenarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;·        Di luar dua hal diatas, kultur organisasi yang fragile terhadap terpancingnya individu-individu di dalam organisasi tersebut untuk langsung bereaksi terhadap sebuah informasi tanpa mencermati terlebih dahulu, merupakan sumber penyebab dari permasalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal apa yang bisa dilakukan untuk melakukan prevensi terhadap situasi tersebut ?&lt;br /&gt;Bila memang penyebabnya banyak diawali karena ketidakjelasan maka  mau tidak mau peran atasan langsung dan atasan yang terkait secara struktural (direktur) sangatlah penting untuk mengklarifikasi permasalahan ini. Klarifikasi ini sebenarnya tidak cukup berhenti pada permasalahan ini saja, karena ini merupakan solusi praktis untuk jangka pendek. Yang terpenting adalah upaya untuk membuat sistem penghargaan yang jelas di kemudian hari.&lt;br /&gt;Bila sistem sudah ada, namun implementasi dari sistem yang belum konsisten maka komplain atau peran klarifikasi dapat ditujukan kepada pemegang kunci di HRD beserta atasan pada divisi yang bersangkutan. Pihak-pihak ini akan dapat memberikan klarifikasi kepada keputusan yang diambil. Bila memang dalam pelaksanaannya perlu mendapat kritikan maka, pihak inilah yang perlu menjadikan ini sebagai lesson learnt pada kebijakan-kebijakan selanjutnya.&lt;br /&gt;Bila 2 pendekatan secara sistem telah Anda lakukan namun masih saja membuat Anda kurang enak mendengar gosip yang berlebihan maka bila diperlukan dapat saja dilakukan cross cek pada sumber pembuat masalah (tentunya dengan terlebih dahulu mencari data yang akurat mengenai keterlibatan sumber pembuat masalah tersebut) untuk dikonfirmasikan pada yang bersangkutan penyebar ketidakpuasan tersebut (bila diperlukan). Ini sebenarnya merupakan salah satu upaya  “gertak sambal” pada sumber penyebar isu. Bila pihak tersebut masih belum puas maka perlu juga untuk mencoba  menantangnya untuk kemudian mengkonfirmasikan pada kepada pihak strukural yang berkaitan dengan masalah ini.&lt;br /&gt;Tidak semua orang berani untuk menghadapkan ini kepada permasalahan manajemen. Seringkali pihak yang menjadi korban justru diam saja. Sebenarnya strategi diam ok saja untuk dipilih, tergantung pilihan korban, sembari menunggu berakhirnya omongan-omongan yang muncul dengan sendirinya. Namun akan menjadi permasalahan kronis bagi organisasi tersebut bila tetap tidak diatasi sampai akar permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, bila Anda yang berada dalam situasi seperti Anne, Anda dapat menentukan sendiri langkah apa yang sebaiknya Anda ambil. Apakah Anda ingin mengambil langkah praktis, langkah strategis atau kombinasi keduanya ?  Tergantung pilihan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9110095-110016941127904453?l=earlyshine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://earlyshine.blogspot.com/feeds/110016941127904453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9110095&amp;postID=110016941127904453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110016941127904453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9110095/posts/default/110016941127904453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://earlyshine.blogspot.com/2004/11/senang-dan-susahnya-menjadi-staf.html' title='Senang dan Susahnya Menjadi Staf Teladan'/><author><name>Early Shine Institute</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03552603792941042843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
